
Sinopsis Makelar Dongeng Holocoust
270 hlm. 13 x 19,5 cm
Harga: Rp. 35000,-
Penerbit: Era Intermedia
Bagi orang-orang Yahudi, keputusan Musa untuk keluar dari Mesir bersama bani Israil kemudian ‘berputar-putar’ di Sinai menjadi teka-teki. Mengapa Nabi Musa harus ‘kesasar’ selama 40 tahun? Musa dianggap sengaja berkeliling Timur Tengah hanya untuk mencari daerah yang tidak ada minyaknya. Terang saja, Musa a.s. khawatir akan sepak terjang kaumnya yang gila uang. Tanpa uang dan hanya dengan urunan saja, mereka membuat sapi dan menyembahnya di hadapan Harun a.s.
Tak ada yang kaget dengan kelakuan kaum Yahudi. Dari dulu, mereka selalu begitu. Selain sering melawan perintah Tuhan dan membunuh nabi-nabi-Nya, mereka akan melakukan berbagai cara untuk mewujudkan semua keinginannya.
Buku ini membahas semua topik kunci tentang Yahudi. Dinding Ratapan (wailing wall), perebutan Yerusalem, Perjanjian Lama (Taurat), holocoust, ghetto, Tanah yang Dijanjikan (promised land), zionisme, Golda Meir Syndrome, The Jewish State, Haikal, Eksodus, anekdot-anekdot, Al-Masih, Armageddon, Ten Commandment (10 PerintahTuhan),Theodor Herzl, dan Semit. Karena, untuk menghafal polah Yahudi, Anda tak perlu menjadi Yahudi. Ya, Anda hanya perlu membaca buku ini.
Dari: Banjarmasin Pos 3 September 2006, 01:42
Melihat Israel Lebih Dekat
Judul : Makelar Dongeng Holocoust: Catatan Perjalanan Dari Dalam Israel
Penulis : Rakhmat Zaenal
Penerbit : Era Intermedia
Terbit : Juni 2006
Tebal : xx + 248 Halaman
Peresensi : Muhammad Fadli Tirta
Israel kembali menjadi pusat pemberitaan dunia dengan agresi militernya ke Libanon, setelah sebelumnya menggempur Palestina. Banyak korban warga sipil yang berjatuhan di kedua belah pihak, sehingga menimbulkan gelombang keprihatinan di seluruh dunia meskipun kini sudah disepakati gencatan senjata oleh PBB. Banyak kalangan menilai tindakan Israel tersebut berlebihan dan membabi buta namun ada pula yang menyatakan dukungannya terhadap agresi Israel dengan menyebutkan tindakan tersebut adalah hak Israel untuk mempertahankan diri. Di tengah berbagai aksi kecaman dan dukungan terhadap agresi Israel tersebut. Alangkah baiknya jika kita melihat sejenak sejarah dan pemikiran negeri ini.Israel lahir pada tahun 29 November 1947 melalui tangan Liga Bangsa Bangsa (PBB) dengan Keputusan Majelis Umum No 181. Pengambilan keputusan tersebut berat dari 60 negara anggota LBB pada waktu itu, 33 menyatakan setuju, 13 negara menolak, 10 negara abstain dan 1 negara tidak menghadiri sidang. Keputusan tersebut kemudian disusul deklarasi oleh Ben Gurion pada tanggal 14 Mei 1948. Sehingga Israel resmi berdiri di atas tanah negara lain; Palestina.Upaya Israel untuk mendapat legitimasi atas tanah Palestina tersebut terus digalang. Baik melalui pendudukan, propaganda, klaim agama dan sejarah. Padahal Palestina sebenarnya bukan pilihan utama tempat pendirian Israel. Gerakan yahudi sebenarnya mengincar Uganda, bukan Palestina karena Palestina masih berada di bawah kekuasaan Kekhalifahan Utsmaniyah. Namun, untuk menghindari sentimen anti yahudi, pilihan tersebut dialihkan ke Palestina dengan dibekingi oleh Inggris. Inggris yang menduduki Palestina kemudian memuluskan langkah Israel mendirikan negara Israel baik lewat diplomatik maupun militer. Selain Uganda, ternyata Argentina juga menjadi salah satu negara yang pernah diincar untuk pendirian negara Israel.Pada saat pendirian negara Israel, tanah negara Palestina yang mencapai 55 persen diakui secara sepihak oleh Israel. Padahal, tanah yang betul-betul dimiliki oleh warga Yahudi, tak lebih dari 7 persen. Tanah milik warga Palestina yang mencapai 37 persen dikikis secara perlahan melalui teror serta kebijakan pemerintah Israel.Israel pada tahun 14 Maret 1950 mengeluarkan Undang Undang Kepemilikan Atas Orang Tidak Ada, yang bertujuan untuk mengambil tanah milik warga Palestina yang tersisa. Dalam undang undang tersebut, tanah warga Palestina atau Arab yang tinggal sebelum tanggal 1 September 1948, kemudian ditinggalkan pemiliknya setelah tanggal tersebut dikelola oleh Israel.Pelaku teror tersebut tak segan-segan menyerbu perkampungan Palestina dan membantai penduduknya. Patut diketahui, pada tanggal 15 Oktober 1948 dan 12 Desember 1948 Israel juga telah mengeluarkan kebijakan resmi yang serupa, dimana tanah milik Palestina yang ditinggal mengungsi oleh pemiliknya diambil oleh Israel dan membaginya kepada petani Israel. Pembagian tanah tersebut dilakukan dengan harapan akan membuat rasa keterikatan antara warga Israel dengan tanah tersebut.Aksi ini dibarengi dengan penyeruan kepada Yahudi di seluruh dunia untuk menetap di Israel. Seruan itu mendapat respon. Sehingga, disaat warga Palestina mengungsi dari Palestina, warga Yahudi justru datang menempati lahan-lahan milik Palestina yang diambil alih oleh Israel. Propaganda Israel berlanjut dengan mengeluarkan Peta David dan Goliath. Dalam peta tersebut digambarkan negara Israel yang dikelilingi oleh negara-negara Arab lengkap dengan persenjataan serta jumlah personelnya. peta tersebut seolah-olah menggambarkan Israel yang sedang terkepung oleh kekuatan Arab, sehingga menciptakan anggapan bahwa Israel sedang dalam keadaan terancam. Melalui propaganda tersebut banyak orang berpendapat bahwa Israel berhak melakukan pembelaan diri dengan melakukan penyerangan terhadap warga Palestina. Israel dianggap berhak ‘mempertahankan diri’ bahkan dengan melakukan penyerangan terhadap warga Palestina yang sebenarnya adalah pemilik tanah yang ditempatinya. Sungguh Ironis.
Buku ini bisa dilihat dan didapatkan melalui:
rumahbukuislam.com
Dari: blog.bilatintamenulis
Surat Dari Israel (Dahulunya Palestina)
Di sini
Tidak lagi jelas
Orang-orang Palestinakah yang melempar batu
Atau
Batu yang mencari orang Palestina untuk dilemparkan
Bukankah batu adalah juga bagian dari tanah yang dirampas?
Di sini
Ada yang jelas
Ada raga yang dikuburkan bersama nyawa
Ada yang mati sebelum dilahirkan
Bukankah manusia sudah hidup di dalam rahim sebelum
Dilahirkan?
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada naka-anak
Ada batu yang dilemparkan
Di luar sana
Orang-orang berbicara tentang hak
Dengan memberikan yang bukan haknya
Kepada yang tidak berhak
Membagi yang bukan miliknya
Kepada yang bukan pemiliknya
Dan orang-orang Palestina
Mencari haknya di tengah-tengah teriakan tentang hak-hak
Di sini
Orang Palestina yang tuan rumah
Kini menjadi tamu yang tak diinginkan
Yahudi yang terusir di luar sana
Kini Yahudi yang mengusir
Di sini
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Di Yerusalem
Ibrahim, Luth, Ismail, Musa, Harun, Yusya’
Daud, Sulaiman, Zakariya, Yahya, Ishaq, Ya’qub
Mengambil hak-hak orang lemah dari yang kuat
Menghantam penindas
Mengangkat martabat
Ada semangat sepanjang masa
Pada tiap zaman
Ada ghirah setiap umat
Pada tiap tempat
Ada bara yang tidak padam
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Di Yerusalem
Tanah para nabi dan rasul
Ada nabi yang dibantai
Ada manusia yang dinistakan
Ada agama yang dihinakan
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Ambil bara dan jangan matikan dengan air mata
Tiup dengan napas
Panaskan jiwa
Kobarkan nyali
Besi terbentuk oleh bara
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Tidak lagi penting apakah batu mampu melawan peluru
Tidak lagi terpikirkan apakah orang-orang Yahudi belajar dari
Crematorium Nazi atau tidak
Tidak ada lagi rasa takut bahkan bila Palestina berubah
Menjadi crematorium Israel
Yang kami takutkan
Adalah saat di mana tulang-tulang kami
Abu kami
Menangis sedih dan memaki menyalahkan
Melihat seorang dari Nigeria atau serombongan dari Indonesia
Pada satu waktu yang mungkin tidak jauh
Berdiri di Bukit Zaitun
Dan menunjuk;
Di sana dulunya Masjidilaqsa
Di sana dulunya Qabbatussakhrah
Dan kita semua pernah mengagumi kemegahannya
Bukit Zaitun, 1991
(dipetik dari Makelar Dongeng Holocoust: Catatan Perjalanan dari dalam Israel oleh Rakhmat Zaenal)
Info Redaksi

- Penulis : Rakhmat Zaenal
Komentar Pembaca

Artikel Terkait
-
31/07/2008 03:52





































