
Berikut hanya ringkasan dari naskah buku yang tidak diterbitkan, tentang eksekutif, legislatif, tentara, polisi, krisis ekonomi, dll.
OPERASI SEMBAKO
Seorang penduduk mendatangi dokter bedah di Rumah Sakit yang memberikan pengobatan gratis untuk masyarakat tidak mampu.
- Dok, tolong perut saya dioperasi ...
- Sabar dulu Pak! Saya harus memeriksa Bapak terlebih dahulu untuk mengetahui penyakit Bapak. Tidak main langsung operasi ....
- Begini Dok! Saya tanpa sengaja telah menelan uang receh lima ratusan tiga tahun yang lalu. Jadi tolong perut saya dioperasi ....
- Lho. kenapa baru sekarang minta dioperasi?
- Tadi saya mau beli beras di warung untuk makan kami hari ini. Selama ini hanya empat ribu seliternya. Sekarang sudah 4500 .....
KOMISI
Seorang investor asing, mendatangi seorang pejabat daerah terkait kemudahan yang dijanjikan Pemerintah Daerah untuk para investor. Tanpa malu-malu, pejabat bersangkutan langsung meminta bagian 10 % sebagai "hadiah" atas "budi baik" tersebut. Setelah tawar menawar tanpa ada kata sepakat, dengan menggebrak meja, investor ini berteriak dengan marahnya:
- Apa tidak ada lagi yang 'bersih' di daerah ini?
- Ada! Tapi anda akan membayar lebih banyak!.
PERSEN
Seorang pengusaha yang "mengusulkan" proyek agar masuk APBD, mendatangi seorang Pejabat Daerah untuk meminta bantuan dengan harapan usulannya itu "aman".
- Perusahaan kami telah menyiapkan bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk pengerjaan proyek yang sudah kami sampaikan ke instansi terkait. Kami sangat mengharapkan bantuan Bapak dalam hal ini ...
Sang pengusaha berhenti sejenak. Sambil memasukkan tangannya ke balik jas, ia melepaskan senyum ramah dan mengeluarkan sebuah amplop berisi uang, baru kemudian melanjutkan:
- Oh ya, tadi saya sebenarnya bermaksud menemui bapak di rumah, tapi kata orang di rumah, bapak baru saja berangkat ke kantor. Dan ... Bapak tau apa yang terjadi?
- Ya, tidak tau dong! Saya khan sudah berangkat ke kantor!, sang pejabat menjawab dingin mendekati ketus.
Dengan senyum yang terus tergambar di wajahnya, sang pengusaha menyodorkan uang dan berkata:
- Tadi, tanpa sengaja saya menemukan uang lima puluh juta ini di depan rumah Bapak. Saya yakin, uang ini adalah uang Bapak yang jatuh ketika tadi keluar dari rumah. Makanya saya sekalian mampir untuk mengembalikannya ....
Mata sang Pejabat mendadak berbinar, dan sebuah senyum terlihat di sudut bibirnya. Tapi hanya sejenak. Pejabat ini langsung berdiri dan membentak:
- Dasar maling ..., dasar musuh masyarakat .....! Yang jatuh dari saya seratus juta. Mana yang lima puluh juta?.
BERITA KEMATIAN
Seorang penduduk selalu membeli koran tiap hari. Hanya sejenak ia memperhatikan halaman pertama terus membuangnya. Penjualnya yang penasaran melihat hal tersebut akhirnya bertanya:
- Beli koran nggak dibaca, Pak?
- Tidak, saya hanya mencari Berita Kematian!
- Tapi Berita Kematian bukan di halaman pertama. Pak ...
- Saya tau, ... tapi yang saya tunggu kematiannya akan dimuat di halaman pertama!.
POSTER
Seorang penduduk mendekati seorang penjual poster di pinggir jalan. Setelah membolak-balik, ia akhirnya bertanya:
- Berapa harga poster Yesus ini?
- Lima belas ribu, Pak ...
- Kalau poster pemimpin kita ini?
- Lima ribu, Pak!
- Lho, apa masuk akal, kamu menjual poster Yesus lima belas ribu dan pemimpin kita cuma lima ribu?
- Saliblah ia, dan saya akan menjual posternya seratus ribu rupiah ....
ORANG BUTA
Seorang pejabat di daerah yang rajin melakukan pertemuan dengan masyarakat, selalu melakukan dialog pada akhir acara. Ketika ada permintaan dari masyarakat, ia hanya akan berkata:
-Buat proposal, dan segera bawa ke kantor saya ....
Tidak jelas apakah sudah ada yang betul-betul diperhatikan atau tidak. Suatu hari, ia menceritakan kebaikan hati dan keikhlasannya:
-Pernah ketika saya melakukan dialog di salah satu kampung, ada orang buta yang meminta bantuan. Saya tentu tidak menyusuruhnya membuat proposal, tapi saya langsung memberikan bantuan 500 ribu. Begitu selesai saya berikan, orang tersebut berkata seperti berpuisi: Bapak betul-betul seorang yang baik hati karena memperhatikan orang kecil ....
Beberapa masyarakat yang mendengar cerita itu, kemudian nyeletuk:
-Berarti orang itu betul-betul membutuhkan bantuan ... karena memang buta!.
POLITISI
Seorang petani yang baru pulang dari ladang, mendapati sebuah mobil yang menabrak pohon kelapa. Mobilnya hancur dan pengemudi serta seorang di sampingnya berlumuran darah. Dari jaket seragam yang dikenakan, ia segera tau bahwa keduanya adalah tokoh salah satu partai. Mereka pasti tokoh, sebab walaupun jasnya adalah jas seragam, tapi kainnya sangat halus, kebalikan dari jaket yang pernah didapatnya ketika mengikuti kampanye. Merekapun memakai parfum, tidak seperti pengurus 'biasa' yang hanya bermodalkan semangat. Karena tidak ada yang bisa dimintai pertolongan dan kampung terdekat masih jauh, ia akhirnya mengambil inisiatif dengan menguburkannya di ladang dekat TKP. Keesokan harinya, ia pergi ke kantor Polisi di ibukota Kecamatan dan melaporkannya.
Penduduk:
-Tadi malam saya mendapati dua orang pengurus partai meninggal karena mobil mereka menabrak pohon dan saya sudah menguburkannya ....
Polisi:
-Apakah kamu yakin bahwa mereka memang telah meninggal?
Penduduk:
-Saya yakin pak!. ... Memang salah seorang dari mereka sempat mengatakan bahwa ia belum mati .... tapi .... bapak khan tau kata-kata orang seperti mereka .....
MEMBAHAGIAKAN ORANG
Seorang pejabat dengan mobil dinasnya yang baru melintas di sebuah kampung. Di kiri kanan jalan, rumah-rumah masyarakat berjejer dengan rapih dalam kesederhanaan. Beberapa anak dengan badan telanjang dan tanpa alas kaki berhenti berkejaran dan melihat ke arah mobil mewah. Sang pejabat di atas mobil tersenyum melihat pemandangan itu. Terselip rasa bangga ketika "mobilnya" – sebagaimana sering dikatakannya ke tetangga-tetangga, menjadi perhatian.
"Kalau saya membuka jendela dan melemparkan uang sepuluh ribu keluar, berapa anak yang akan berbahagia?", tanya sang pejabat ke sopirnya.
"Satu orang pak ..."
"Kalau saya melemparkan dalam pecahan lima ribuan?"
"Bapak akan membahagiakan dua orang anak".
"Tapi saya ingin membahagiakan semua orang ..."
"Hanya ada satu jalan Pak ..."
"Apa itu?"
"Bapak membuka pintu mobil dan melemparkan diri Bapak keluar!".
(nantikan lanjutannya ... )
Info Redaksi

- Penulis : Rakhmat Zaenal
Komentar Pembaca

Artikel Terkait
-
17/08/2008 13:59





































