Pemprov Niat \"Jual\" 12 Pulau Selayar

Bupati Selayar Sebut Baru Lima Pulau

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan punya rencana baru. Pemprov rencananya akan "menjual" 12 pulau di Kepulauan Selayar. "Penjualan" pulau-pulau itu, dimaksudkan untuk pengembangan pariwisata.

Rencananya, pulau-pulau itu akan dibanguni home stay dan resort yang akan dikelola oleh pihak swasta.
Penyewaan pulau-pulau di daerah bergelar Tana Doang itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan, M Suaib Mallombasi, Selasa (5/1).
 
Menurut dia, pulau-pulau itu hanya sebatas pada pengelolaan semata atau dipihakketigakan. Perjanjiannya adalah investor diberikan kewenangan mengelola home stay dan resort dengan sistem bagi hasil dengan Pemprov dan Pemkab Selayar.
 
"Januari ini, Pak Tanri Abeng akan membawa investor asal Singapura untuk meninjau langsung Selayar dan pulau-pulau di sekitarnya”, kata Suaib. Pulau yang akan ditawarkan, terdiri dari tiga pulau berpenghuni dan sembilan pulau kosong.

Pulau yang akan dipihakketigakan itu, memiliki potensi dan daya tarik bahari yang melampaui kawasan Bunaken di Sulawesi Utara dan Wakatobi di Sulawesi Tenggara. Komitmen pemerintah menyerahkan pulau-pulau itu, lanjut dia, untuk mempercepat program wisata bahari Selayar yang sudah masuk kalender nasional dan internasional.

Penawaran pemprov itu, terbuka untuk investor lokal Sulsel, nasional, dan internasional dengan syarat mengikuti sistem bagi hasil yang akan diterapkan. Ia menambahkan, sampai saat ini, belum ada satupun investor besar yang menanamkan modal di kepulauan Selayar.
Hanya saja, telah ada beberapa pengusaha perorangan dari pihak asing yang telah memiliki usaha kecil, seperti resort, penginapan, dan menyediakan fasilitas diving dan raffling. "Pemerintah mencari investor yang mau mengelola pulau-pulau di Selayar. Investornya boleh lebih dari satu orang dengan catatan mematuhi sistem kontrak kerja dan bagi hasil”, jelasnya.
Disinggung mengapa memilih pulau Selayar, Suaib mengungkapkan bahwa Kepulauan Selayar masuk dalam tiga besar kawasan yang masih terjaga keaslian terumbu karang dengan grade 35. Total luas kepulauan Selayar juga mencapai 200 kilometer persegi yang mampu menyamai Quanjivan di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maldive.


Namun, urai dia, pengelolaan pulau, tetap akan ditentukan melalui kontrak kerja yang akan menentukan sistem bagi hasil antara investor dan pemerintah. Untuk menjaga komitmen tersebut, pemerintah daerah telah melakukan pembangunan dan perbaikan sejumlah infrastruktur umum. Infrastruktur yang dikerjakan, yakni perbaikan dan pelebaran landasan Bandar Udara Aruppala, perbaikan poros jalan menuju dermaga laut, dan penambahan kapal penyeberangan ferry dari satu unit menjadi tiga unit.
"Kami serius menggarap Selayar mengingat jumlah kunjungan kapal pesiar yang masuk Makassar sudah mencapai enam kapal dengan membawa 600 wisatawan dari Eropa," urainya. Di sisi lain, sebut dia, pemerintah dan masyarakat di Kepulauan Selayar juga telah berkomitmen menjaga dan melestarikan terumbu karang serta spesis hewan laut.


Upaya yang dilakukan salah satunya dengan membentuk satgas yang berasal dari masyarakat, Departemen Kelautan, Departemen Kehutanan, dan Departemen Perikanan. "Kami juga sebagai pemerintah, khususnya dinas kebudayaan dan pariwisata, berterima kasih karena masyarakat sudah mau menjaga dan melestarikan laut, pantai, dan spesis yang ada. Tidak ada lagi yang dijumpai kegiatan pengrusakan, seperti bom ikan dan pembiusan," katanya, optimistik.
Dikonfirmasi terpisah, Bupati Kepulauan Selayar, Syahrir Wahab membenarkan adanya rencana itu. Menurut Syahrir, keputusan untuk menyewakan pengelolaan pulau tersebut untuk membantu promosi wisata Selayar. "Kita sudah mengumumkan kepada investor, siapa saja yang ingin membeli pulau tersebut yang sebatas hanya sebagai hak guna pakai saja," terangnya.


Ia menamabahkan, ada sekitar 132 pulau di Selayar yang siap untuk dikembangkan. Kesemuanya, lanjut dia, termasuk pulau yang berpenduduk dan tak berpenduduk. Namun, untuk awal ini, ada sekitar 12 pulau yang akan disewakan kepada investor yang tertarik dengan sistem yang sama.
Namun, Syahrir hanya menyebutkan lima pulau saja yang siap untuk dipihakketigakan, sementara sisanya masih kurang jelas. "Sayaa lupa nama-namanya, ada di kantor," katanya. Pulau itu antara lain, Lampujian, Karampa Caddi, Binabo, Kalakauna, dan Bungeng Belle. "Yang jelas pulau tersebut berada di sekitar gugusan Takabonerate, termasuk Pulau Rajuni Kecil dan Pulau Rajuni Besar yang berpenduduk," terang Kadis Pariwisata Sulsel yang dikonfirmasi lebih lanjut.


Pulau-pulau yang akan "dijual", antara lain; Lampujian, Karampa Caddi, Binabo, Kalakauna, Bungeng Belle, Pulau Rajuni Kecil dan Pulau Rajuni Besar (Pulau-pulau yang berada dalam gugusan Takabonerate).
• Alasan "dijual" karena masuk tiga besar kawasan terumbu karang yang masih terjaga keasliannya dengan grade 35
• Total luas kepulauan Selayar mencapai 200 kilometer persegi.
• Infrastruktur penunjang akan dibenahi: Pelebaran landasan Bandar Udara Aroeppala.
Perbaikan poros jalan menuju dermaga laut.  Penambahan kapal penyeberangan ferry dari satu unit menjadi tiga unit.


(Fajar Online, Rabu, 06-01-2010)

 
Share

 

Info Redaksi

Rakhmat Zaenal
  • Penulis : Rakhmat Zaenal
  •  
  • Revisi Terakhir : 12/01/2010 09:51
    Jumlah Akses : 704
 

Komentar Pembaca

Nama Anda :
Komentar
Max. 250 Karakter
:
Kode :
   (*) Isi dengan Kode diatas untuk Verifikasi
 
 
 
Pengelola berkewajiban untuk merubah, menghapus komentar yang tidak layak baik dari segi bahasa maupun isinya.